Fixed Mindset dan Growth Mindset



Istilah fixed mindset dan growth mindset diperkenalkan oleh Carol Dweck, profesor di bidang Psikologi dari Stanford University.

Dalam bukunya yang berjudul Mindset: Changing the Way You Think to Fulfill your Potential (2017), Dweck menyatakan bahwa "kesuksesan seseorang tidak hanya dipengaruhi oleh kemampuan dan bakat, melainkan juga pola pikir."

Seseorang yang memiliki fixed mindset cenderung sulit untuk berkembang. Sebab, mereka percaya bahwa kualitas diri seperti kecerdasan dan bakat adalah hal yang tidak bisa diubah.

Mereka juga yakin bahwa keterampilan yang mereka miliki adalah bawaan lahir dan bersifat genetis.

Oleh sebab itu, seseorang dengan fixed mindset merasa tidak perlu bekerja keras untuk mencapai kesuksesan.

Sebaliknya, growth mindset membuat seseorang selalu merasa punya ruang untuk memperbaiki diri.

Seseorang dengan growth mindset yakin bahwa kemampuan dapat terus diasah melalui kerja keras dan pengalaman.

Mereka percaya bahwa kecerdasan dan bakat hanyalah modal awal yang masih bisa terus dikembangkan untuk memaksimalkan potensi diri.

Nah, perbedaan cara pandang ini nantinya akan berpengaruh terhadap langkah yang mereka ambil ketika dihadapkan dengan tantangan.

Ciri-ciri Fixed Mindset

Beberapa karakteristik seseorang yang memiliki fixed mindset yaitu:
  • Menyenangi pujian dan membenci kritik.
  • Takut melakukan kesalahan.
  • Lebih mementingkan hasil dibandingkan proses.
  • Lebih suka bermain di zona nyaman.
  • Tidak suka tantangan.
  • Mudah menyerah saat mengalami kegagalan.
  • Cenderung menyalahkan orang lain atas kegagalannya.
  • Melihat kesuksesan orang lain sebagai ancaman.

Ciri-ciri Growth Mindset

Karakteristik seseorang dengan growth mindset yang kerap dijumpai antara lain:
  • Tidak takut melakukan kesalahan.
  • Mementingkan proses daripada hasil.
  • Melihat tantangan sebagai kesempatan untuk berkembang.
  • Berani mencoba hal-hal baru.
  • Menganggap kegagalan sebagai sarana pembelajaran.
  • Tidak segan untuk meminta bantuan dan masukan.
  • Yakin bahwa setiap hal dapat dipelajari jika ada keinginan.
  • Melihat kesuksesan orang lain sebagai motivasi.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kewirausahaan dan Karakteristik Kewirausahaan

Contoh Pelayanan Prima